Mabuk perjalanan adalah gangguan yang paling sering dikhawatirkan oleh penumpang saat menempuh jalur darat yang berliku atau panjang. Rasa mual, pusing, dan keringat dingin tentu bisa merusak pengalaman perjalanan Anda. Namun, dengan teknik yang tepat, Anda bisa menikmati rute Bali-Jawa bersama Dirgantara Trans dengan tetap merasa segar.
Langkah pertama yang paling efektif adalah memilih posisi duduk yang strategis. Jika memungkinkan, pilihlah kursi di bagian depan atau di baris tengah yang tidak terlalu dekat dengan roda belakang. Duduk di depan memungkinkan mata Anda memandang lurus ke arah jalan raya, yang membantu otak menyesuaikan persepsi gerak kendaraan dengan apa yang Anda lihat.
Kedua, hindari membaca buku atau menatap layar ponsel terlalu lama saat kendaraan sedang melaju, terutama di jalan yang berkelok. Fokus pada objek statis di dalam kendaraan sementara tubuh merasakan gerakan luar dapat menyebabkan kebingungan pada sistem sensorik tubuh. Sebaiknya, arahkan pandangan ke cakrawala atau pemandangan jauh di luar jendela.
Ketiga, perhatikan asupan makanan sebelum berangkat. Jangan membiarkan perut kosong sama sekali, namun jangan pula makan terlalu kenyang. Perut yang kosong lebih mudah terisi gas, sementara perut yang terlalu penuh akan memberikan tekanan pada diafragma. Konsumsilah makanan ringan yang mudah dicerna setidaknya satu jam sebelum keberangkatan.
Keempat, pastikan sirkulasi udara di sekitar Anda terjaga. Jika merasa mulai mual, mintalah pengemudi untuk sedikit menyesuaikan suhu AC atau arahkan kisi-kisi AC agar mengenai wajah Anda. Udara segar yang sejuk dapat meredakan rasa sesak dan pening yang menjadi gejala awal mabuk perjalanan.
Kelima, manfaatkan bahan alami seperti jahe atau aromaterapi. Mengunyah permen jahe atau menghirup minyak angin dengan aroma peppermint terbukti ampuh menenangkan perut dan saraf. Jahe dikenal sebagai obat alami anti mual yang sangat efektif tanpa menimbulkan efek samping kantuk yang berlebihan seperti obat kimia.
Terakhir, usahakan untuk tetap rileks dan cobalah untuk tidur. Saat Anda tidur, mata tertutup dan otak tidak lagi menerima sinyal visual yang bertentangan dengan gerakan tubuh. Dengan kondisi tubuh yang tenang dan istirahat yang cukup di dalam armada, gejala mabuk perjalanan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga Anda sampai di tujuan dengan perasaan yang menyenangkan.




